logoblog

Cari

Nasi Kaput Makanan Jalanan

Nasi Kaput Makanan Jalanan

Nasi kaput Lombok adalah nasi campur yang dibungkus dengan kertas dan berbentuk kerucut. Nasi kaput banyak ditemukan di warung-warung kecil atau

Sosok Inspiratif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
18 Maret, 2015 21:54:00
Sosok Inspiratif
Komentar: 2
Dibaca: 62170 Kali

Nasi kaput Lombok adalah nasi campur yang dibungkus dengan kertas dan berbentuk kerucut. Nasi kaput banyak ditemukan di warung-warung kecil atau di pinggir jalan yang dijual oleh pedagang nasi dengan harga murah. Nasi jalanan ini banyak digemari oleh orang-orang yang tinggal di  kost, sopir angkot, bahkan rombongan dari orang-orang yang akan melakukan perjalanan jauh atau dalam acara tertentu.

Salah seorang pedagang nasi kaput yang cukup terkenal dan sangat laris di Jl. TGH. Umar Urbani Selong adalah Nur Hadi. Lelaki yang berusia 55 tahun ini telah menekuni usaha dagang nasi kaput di pinggir jalan sejak 15 tahun lalu. Ia memulai kariernya sebagai pedagang makanan jalanan, ketika ia mengakhiri masa kerjanya sebagai sopir bus antar Jakarta-Bali selama 5 tahun. Namun sebelumnya, lelaki kelahiran Banyuwangi ini merupakan mantan pemain sepak bola dari Klup AREMA Malang di era tahun delapan puluhan, atau lebih tepatnya pada zaman televisi hitam putih.

Lima belas tahun yang lalu, mantan penyerang pada klup sepak bola AREMA Malang ini memilih Lombok Timur sebagai tanah pijakannya untuk mencari penghidupan baru karena ingin mengikuti jejak dari saudara kandungnya yang telah suskses dalam usaha obat pertanian. Namun setelah tiba di Pulau Lombok, yaitu Kota Selong, Nur hadi justru lebih tertarik untuk membuka usaha dagang nasi di pinggir jalan yaitu berdagang nasi kaput.

Semenjak Nurhadi membuka usaha dagang nasi kaput di pinggir jalan raya ini, langganannya selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Mulai dari orang-orang kost, sopir mobil, bahkan guru dan pegawai silih berganti datang di warung Nur Hadi. Salah seorang yang pernah menjadi pelanggan setia dari warung nasi kaput yang bertengger di pinggir jalan raya ini adalah Ali Bin Dahlan ketika belum menjabat sebagai Bupati Lombok Timur.

Pada tiap harinya, Nurhadi mampu menjual nasi kaput sampai 250 bungkus. Sedangkan harga perbungkus untuk saat sekarang adalah 5.000 rupiah.

Untuk menarik pelanggan, Nurhadi membedakan 3 jenis nasi kaputnya, yakni nasi kaput ayam, nasi kaput daging, dan nasi kaput ikan laut. Selain itu, ia pun juga menediakan minuman, seperti kopi hitam, kopi susu, susu putih, teh panas, es teh, dan minuman dingin lainnya.

 

Baca Juga :


Nasi kaput yang menjadi andalan makanan jalanan di kawasan Jl. TGH Umar Urbani Kota Selong ini, Nur Hadi dibantu oleh seorang isteri, yang mana isterinya masih merupakan orang asli Lombok. Namun isterinya hanya membantu dalam pengelolaan nasi dan lauk dari nasi kaput di rumah, dan yang menjadi pedagang atau penjualnya adalah Nur Hadi sendiri.

Kesuksesan Nur Hadi lewat usaha dagang nasi jalanan ini, terbukti ketika ia mampu menyekolahkan kedua puterinya sampai taman dari SMA. Hanya saja, kedua puterinya tidak ada yang melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tunggi. Putri pertamanya memilih untuk menjadi TKI ke Arab Saudi, tapi sekarang dia sudah kembali ke Indonesia dan juga sudah menikah. Sedangkan puteri keduanya, telah menikan juga ketika menyelesaikan studinya dari SMA 1 Selong.

Bicara masalah alih profesi, Nur Hadi belum memilki pemikiran untuk ke sana. Nur Hadi “ Si Pedagang Nasi Kaput”, yang sekaligus sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Tanjung (PERSITA) Lombok Timur dan juga sebagai salah satu anggota pengurus Masjid di kota selong mengatakan “saya senang kerja seperti ini, soalnya untungnya juga lumayan. Mampu menghidupi keluarga dan Langganan saya cukup banyak. Lagian saya bisa banyak kenalan dengan dagang di pinggir jalan kayak gini”. Hal ini memang terbukti, karena dalam setiap waktu, langganan nasi kaput dari mantan pemain sepak bola klup AREMA ini lumayan banyak. Entah itu sopir angkot, sopir angkel, orang-orang kost, pegawai, guru, dan lain-lainnya. Mereka beramai-ramai datang di warung nasi kaput yang berada di pinggir jalan raya ini, baik pada waktu pagi, maupun pada siang sampai sore. [] - 05



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    19 Maret, 2015

    betul sekali (KM Kaula) dan sosok inspiratif ini (Nurhadi sangat membnatu perputaran uang di lombok timur)...patut dibanggaakan dan dihargai..


  • KM Kaula

    KM Kaula

    19 Maret, 2015

    ingat!, tidak ada istilah untung sedikit kalau itu datang terus menerus dan tidak ada untung besar kalau itu cuma datang sekali dalam seumur hidup.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan