logoblog

Cari

Merambah Hutan Menjadi Desa

Merambah Hutan Menjadi Desa

KM Sambang Kampung- Perjalanan menyambang kampung kali ini adalah mengunjungi sebuah desa Serewe Kecamatan Jerowaru. Desa Serewe mempunyai potensi keindahan alam

Sosok Inspiratif

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
22 Februari, 2015 07:31:49
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 16667 Kali

KM Sambang Kampung- Perjalanan menyambang kampung kali ini adalah mengunjungi sebuah desa Serewe Kecamatan Jerowaru. Desa Serewe mempunyai potensi keindahan alam dengan laut dan pantainya yang terkenal yaitu pantai Cemara  dan Desa Serewe sebagai  tempat budidaya rumput laut. Namun dibalik keindahan alamnya dan sebagai tempat budidaya rumput laut masyarakatnya masih sangat terbelakang.

Ketika saya duduk di sebuah ”berugak” atau tempat duduk dan bersantai yang terbuat dari kayu beratapkan ilalang, melintaslah orang tua dengan topi ala koboi dengan sebuah tas kerangang yang terbuat dari tali nilon dipundaknya, kelihatannya orang tua tersebut mencari sesuatu.ahirnya dari jarak yang cukup jauh saya mencoba mengambil gambarnya yang nantinya akan saya ceritakan melalui kampung media.

Saya mencoba mendekati lelaki tua tersebut dan menyapanya dengan bahasa sasak Amaq apa petanda (bapak apa yang anda cari) orangtua tersebutpun menjawab tiang pete botol anak (saya sedang mencari botol anakku). Lalu sayapun mengajaknya untuk duduk di berugak dan terus bertanya lek mbe taok de ndot amaq (Bapak dimana anda tinggal) orang tua itupun menjawab lek te taok tan dot, tiang buka gawah lek te jari desa (disini saya tinggal, saya yang membuka hutan ini sehingga menjadi desa). Saya pun semakin penasaran dengan orang tua ini karena dialah saksi hidup tentang desa ini.

Saya pun menanyakan namanya. Sai aran de amaq ( siapa namanya) dia menjawab aran tiang Amaq Nati, ye aran peraman tiang ( nama saya Bapak Nati itu sebutan saya setelah mempunyai anak bernama Nati). Saya menyuruhnya bercerita tentang bagaimana dia membuka hutan sehingga menjadi sebuah Desa Serewe. Dia memulai cerita bahwa saya berasal dari desa Semaya sekitar 70 tahun yang lalu kehidupan saya sangat sulit sehingga mencari tempat hidup dengan membuka lahan baru di daerah ini. Saat itu saya harus berjalan jauh sekitar 50 Km sehingga sampai ditempat ini, hutan yang penuh dengan semak belukar dibersihkan setelah bersih maka saya memulai menanam ubi dan jagung. Usaia saya saat itu sekitar 20 tahun saya masih muda dan masih kuat bekerja sehingga hutan yang lebat inipun bisa saya bersihkan untuk menjadi lahan menanam ubi dan jagung.

Setelah ada hasil dari menanam ubi dan jagung sayapun mengembangkannya dengan menanam rumput laut dan sampai saat ini saya mempunyai beberapa lokasi penanaman rumput laut, sekarang harga rumput laut sudah mulai bagus yaitu Rp 10.000 samapai Rp 11.000. untuk bisa bertahan hidup disini membutuhkan kesabaran dan ketekunan, didaerah ini sangat kesulitan air besih sehingga terkadang kita membeli air dari mobil tangki.

 

Baca Juga :


Beginilah kehidupan kami yang berada dipnggir pantai, hidup ersama masyarakat yang lainnya dengan segala keterbatasan namun semangat kami untuk bisa hidup lebih baik sangatlah tinggi. Disini banyak hal yang dapat dilakukan seperti mencari udang lobster, kepiting dan ikan sehingga kami semua dapat bertahan hidup dan berusaha untuk selalu meningkatkan kesejahteraan keluarga kami.

Itulah cerita Amaq Nati tentang kehidupannya dari merintis hutan menjadi sebuah desa yang kini sudah menjadi ramai untuk dikunjungi, merekapun berharap ada perhatian dari semua pihak untuk selalu memperhatikan masyarakat yang ada dipinggir pantai. (uyik) - 05



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan