logoblog

Cari

Tutup Iklan

kaulah pahlawan tampa tanda jasa

kaulah pahlawan tampa tanda jasa

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanu bariku , Engkau lanksana embuk penyejuk dalam keharusan , Engkau  patrio pahlawan

Sosok Inspiratif

kaulah pahlawan tampa tanda jasa

kaulah pahlawan tampa tanda jasa

KM-MADA  JAMPI DOMPU
Oleh KM-MADA JAMPI DOMPU
29 Desember, 2014 10:36:40
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 3875 Kali

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanu bariku ,

Engkau lanksana embuk penyejuk dalam keharusan ,

Engkau  patrio pahlawan bangsa  tampa tanda jasa

sempintas kita mendengar kata-kata di atas ,inilah  merupakan ungkapan yang pantas untuk semua guru yang telah mendidik kita. Demikian juga, diakui atau tidak, tidak ada seorang presiden tanpa seorang guru, tidak ada para pejabat tanpa seorang guru, tidak ada para dewan yang terhormat  tampa guru dan tidak akan pernah ada seorang guru tanpa adanya guru.

Ilmu yang baik serta bermanfaat yang diperoleh dari guru adalah cahaya kehidupan. Dengan ilmu kita jadi tahu bagaimana beribadah kepada Allah, dengan ilmu pula kita tahu bagaimana berhubungan dengan sesama mahluk. dan yang mengajarkan semua ilmu adalah guru-guru kita.

Seperti salah satu contoh pengabdian seorang guru yang berada di sebuah desa terpencil yang berada di kaki gunung tambora, di sanalah pengabdian yang di lakukan oleh Firmansah (34) yang biasa di sapa pak Firman, ia mengajar di sebuah sekolah dasar yaitu SDN Oi Bura kec.tambora kab.Bima.

Firman yang hidup dengan dua putra laki-laki beserta istrinya, ia mengabdi Selma 9 tahun dengan satatus sukarela dan gaji pun di berikan sebesar Rp 50.000/bulannya. Tapi itu semua bukan menjadi masalah bagi Firman, ia hanya ingin menjdikan anak-anak didiknya menjadi orang bisa membangun desa dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Baca Juga :


Jarak tempuh yang harus dilalui oleh Firman untuk bisa sampai ke sekolah setiap harinya berjarak 6 km dan pada saat musim hujan anak sekolahpun tidak bisa sekolah, semua jalan penuh dengan air dan becek bahkan anak sekolah harus di jemput  di rumah masing-masing.

Di SDN Oi BURA hanya 1PNS dan 5 sukarela, dengan jumlah murid sebanyak 84 siswa, dengan gaji seadanya dan tidak mampu memenuhi kehidupan keluarganya, namun demikain pak firman di sela-sela mengajar pak firman bekerja sebagi supir panggilan, kuli bangunan, membuka bengkel, bahkan bekerja sebagai ojek, yang penting dapat menghasilkan uang untuk menghidupkan keluarga kecilnya

Sekian lama Firman di gaji dengan 50 ribu/bulan dan setelah tahun 2012 Firman di gaji Rp500.000 pertriwulanya, akhirnya pemerintah sedikit mendengarkan  dan berbaik hati sehingga cukup dapat membantu dalam memenuhi kehidupanya

Memang tugas berat tersebut bukanlah di pundak guru semata, namun guru jelas menjadi motor penggerak bagi perjuangan perubahan.  Anak bangsa haruslah segera diselamatkan, dan itu bisa dicapai bukan saja melalui peningkatan daya pikir.

Pada 26 Desember  2014 Firman mendapak rekjeki  nomplok, Firman di mendapat undangan sebegai pembicara di sebua acara stasiun TV yaitu di Metro TV dengan acara kick Andy berbagai pengalaman menganjar dan Kehidupannya.

Adapun pesan terakhir yang di sampaikan “janganlah merasa Bosan jadi guru bahkan jadi guru honorer  sekalipun sebab tiada prisden yang melahirkan guru melainkan gurulah yang melahirkan seorang priseden dan siapa lagi yang akan menjaga bangsa ini kalau guru tidak mendidik dan mengajar anak didiknya.amin red



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan