logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kejarlah Daku Kau Kutangkap

Kejarlah Daku Kau Kutangkap

Mungkin anda menerjemahkan judul tersebut di atas bahwa jika seseorang yang akan mengejar diri kita , pasti akan ditangngkapnya dengan tangan.

Sosok Inspiratif

Kejarlah Daku Kau Kutangkap

Kejarlah Daku Kau Kutangkap

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
28 Desember, 2014 17:58:10
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 4899 Kali

Mungkin anda menerjemahkan judul tersebut di atas bahwa jika seseorang yang akan mengejar diri kita , pasti akan ditangngkapnya dengan tangan. Atau pun mungkin anda membayangkan bagaimana ketika anak-anak yang saling main kejar-kejaran dengan temannya, tatkala ketika seorang anak yang mengejar teman langsung berhenti dan mengkap sang pengejar.

Sebuah judul film pada era tahun delapan puluhan yang cukup populer, yang mana dibintangi oleh Deddy Mizwar dan Lidya Kandouw pada waktu itu. Bila kita mencermati kalimat dari judul film ini, dapat diartikan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan , harus dikejar. Jangan hanya berdiam diri di dalam rumah. Kalau anda hanya berdoa sambil menunggu pekerjaan datang pada diri anda, sulit rasanya. Harus ada usaha dan perjuangan dalam meraih apa yang kita harapkan.

Ada banyak peluang  kerja di lingkungan sekitar. Ada banyak peluang untuk bekerja di sekitar kita. Tapi mampukah kita mengejarnya dengan sungguh-sungguh. Kalau memang kita ada hati atau kemauan untuk bekerja, saya rasa peluang-peluang yang mengintai diri kita akan menangkap atau mengambil kita untuk bekerja.

Seorang lelaki yang berusia 67 tahun  yang tinggal di weilayah kelayu-selong  mengutarakan pengalaman hidupnya kepada penulis. Dia mengatakan kalau peluang kerja itu cukup banyak. Itu hanya tergantung dari orangnya bahwa apakah mampu mengejar peluang-peluang yang ada. Kalau kita berjuang dan berusha melacak peluang itu, pasti peluang itu datang menangkap kita , yang artinya menjadi milik kita. Lelaki yang bernama H. kamiluddin ini telah memiliki banyak pengalaman hidup, khususnya yang berkaitan dengan mengejar peluang untuk kita milki.

 Pemilik toko sembako yang tergolong sukses ini mengatakan kalau peluang kerja itu banyak di sekitar kita. “Peluang kerja seperti perusahaan, sekolah, rumah sakit, pasar, kantor pemerintahan , bisnis dan lain-lain. Pokonya banyak,”ujar dari lelaki yang memiliki usia yang cukup banyak tapi masih ulet bekerja.

 Pak haji yang panggilan kesehariannya mengawali kemandirian hidupnya  sejak lepas dari bangku sekolah di sebauah pesantern yang ada di di Pancor, yang sederajat dengan SMA. Ia pun nekat berlayar ke laut untuk belajar mencari nafkah. Ia mengakuinya bahwa di pelabuhan Lombok , dermaga kayangan , ia bertemu dengan seorang pelaut dari Sulawesi yang bernama Petta Nabba. Petta Nabba adalah bekas anak buah dari Kahar Muzakkar di Zaman pemberontakan DITII. Pak haji di usia mudanya  banyak kali mengarungi samudra luas dengan membawa barang ke berbagai pulau yang ada di kawasan Indonesia. Lima tahun lamanya bersama dengan pelaut bugis-sulawesi di atas laut, sehingga ia lebih cepat memilki pemikiran dewasa. Pengalaman-pengalamn berbisnis pun banyak diperoleh dari seorang palaut bugis yang bernama petta nabba, sehingga Pak haji yang mempunyai nama lengkap H. kamiluddin ini mersa bangga karena walaupun tidak sempat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi , namun ia melanjutkan pendidikannya di atas perahu dengan melalui pengalaman.

Dengan bermodalkan pengalaman kerja pada perahu layar tanpa mesin yang cukup lama, yaitu lima tahun, ia pun pindah kerja di sebuah kapal pengangkut barang dari Labuhan haji ke Alas-Sumbawa. Namun di kapal pengangkutan barang inihanya sempat menimba ilmu atau pengalan selama dua tahun karena dari piahak keluarga menyarankan untuk tinggal di daratan pulau Lombok dan mencari peluang kerja di kampungnya sendiri.

Dengan modal yang dikumpulkan semnjak dia bekerja pada pelaut bugis dan pada kapal penyeberangan barang, pak haji pun berpikir dan berpikir untuk mencari peluang kerja pasa saat itu. Suatu hari kemudian, ia pun menemukan suatu ide. Ia menyewa sebuah mobil truk untuk mengantar barang dari welayah selong ke mataram. Usaha ini ditekuni dengan baik dan mendapat penghasilan yang yang sangat lumaya. Pada waktu ini pula, Pak haji mengakhiri masa lajngnya dan menikah dengan sseorang gadis dari kampungnya sendiri. Ada sekitar puluhan tahun Pak haji menekuni bisnis penyewaan mobil truk ini.  Dari penghasilan yang tergolong lumayan, sangat layak dipergunakan untuk membiayai kebutuhan keluarganya, termasuk membiayai pendidikan anaknya.

Suatu musibah yang melanda Pak haji pada waktu itu, ketika mobilnya terbalik di bagian Lombok Tengah dan tiga orang yang sebagai buahnya tewas. Namun dari pemeriksaan kronologis oleh pihak kepolisian, ia pun dibebaskan dari pengadilan dan tidak masuk penjara.

Baca Juga :


Dari peristiwa yang melanda H.kamiluddin ini, ia pun mengalami trauma. Pak haji kamiluddin tak mau lagi melanjutkan bisnis penyewaan mobil truk ini. Ia pun berdiam dirumahnya beberapa hari sambil memikir peluang yang bisa ditemukan dalam menghidupi diri, isteri dan anak-anaknya. Akhirnya ia beralih mebuka sebuah rumah makan di kampunya sendiri, yaitu di kampung Kelayu-Selong, kabupeten Lombok Timur, yaitu pada sekitar tahuan delapan puluhan. Ia pun menekuni bisnis usaha rumah makan ini dan penghasilannya sangat luar biasa. Iamengakuinya kalau langganannya banyak sekali. Ada pu menu makannyanya adalah ayam panggang, ikan bakar cumi, ikan laut lainnya dan berbagai ikan tawara.Hampir semua pegawai dan masyarakat sekitar kerap berkunjng di rumah makan yang bernama Rumah Makan Sederhana. Pak haji Kamiluddin menuturkan juga kalau saingan bisnis rumah makannya hanya ada satu, yaitu di kawasan pancor.

Persoalan kejenuhan dan rasa capek pada usaha bisnis rumah makan ini muncul pada dirinya H.Kamiluddin.Ia pun mencari peluang  lain yang ia anggap tidak terlalu butuh waktu yang padat. Ia menganggap bahwa bekerja sebagai pebisnis rumah makan sungguh melelahkan dan banyak waktu yang dipergunakan. Dari waktu subuh dia harus mencari ikan di tempat pelelangan ikan, begitu pun juga dengan mengurus sayuran dan perlengkapan lainnya. Apalagi kalau langganan sudah mulai berdatangan dengan tak henti-hentinya, sungguh melelahkan untuk meladeni.” Memang luar biasa penghasilan dan kita patut mensyukurinya, tapi saya capek” ujar pak H.Kamiluddin mengenang masa lalunya ketika masih berbisnis rumah makan.

Dari usaha bisnis rumah makan, ia pun kembali berpikir dan berpikir untuk mencari peluang yang ia cocoki. Selang beberapa hari kemudian setelah Pak H.kamiluddin menutup rumah makannya, sebuah peluang datang pada pemikirannya. Adalah bisnis tembakau. Ia pun akhirnya memulai usaha barunya dengan membeli dan menampung sejumlah kwintal tembakau di gudang yang telah disediakan, di belakang rumahanya. Pak haji kamiluddin pun melakukan kerja sama dengan pengusahan temabakau dari Jember. Usahanya pada waktu itu cukup lancer, begitu pun juga dengan pengahsilannya yang sangat luar biasa. Ia pu dengan isterinya menunaikan ibadah haji ke mekah. Usaha bisnis tembakau ini sempat berlangsung dalam beberapa tahun lamanya.

Selancar-lancarnya suatu usaha bisnis, ada saja yang menjadi kendala.  Setelah sekitar sepuluh tahun lamanya menekuni bisnis yang satu ini, suatu maslah yang muncul pada usaha bisnisnya.Pada waktu itu harga tembakau mengalami kemacetan  harga, akhirnya Pak haji kamiluddin menghakhiri usaha bisnis ini.

Seiring dengan pergeseran waktu, usia pak H.kamiluddin pada tahun 2011 memasuki usia yang ke 64 tahun, namun secara fisik masih sangat kuat. Ia pun tak pernah mau menyerah oleh waktu. Walu pun anak-anaknya sudah pada berhasil, namun dirinya tak mau dibantu oleh anak-anaknya dalam hal makan dan minum. Dengan kelincahannya mencari peluang, ia pun membuka usaha toko sembakau di depan rumahnya di tepi jalan negara. Usaha ini dilakukan dengan menyesuaikan tingkatan usia dan factor fisik yang sudah menua. Ia pun hanya memesan barang pada toko-toko grosis sambil melayani pembeli bersama isterinya. Ia pun menuturkan kepada penulis kalau modala awalnya hanya Rp. 500.000. Hanya karena keramahan dan kemampuan mengatur keuangan, sehingga kini modalnya menjadi tiga kali lipat dalam tiga tahunnya.

Dari pengalaman-pengalaman hidup yang ia miliki, Ia pun sempat  mengatakan kepada penulis bahwa kalau dirinya sangat menyangkan generasi muda yang selalu kehingalan akal untuk mencari peluang, padahal peluang itu banyak. Dimana ada masyarakat di situ ada peluang. Peluang itu harus dipikirkan dan di cari. Jangan hanya berpikir untuk bekerja pada perusaan orang kalau memang sulit. Kalau memang ada modal, walau pun kecil mulailah dari bawah. Lama-lama juga akan meningkat. Harus ada kepintaran dan kejelihan untuk melihat perkembangan masyarakat. Lihat dan cari kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang belum memadai. Kalau sudah temukan , masuklah di dalamnya untuk berusaha.Insya Allah pasti bisa, yang penting ada niat dan jangan gensi.

 Pengalaman kesuksesan dari pemilik toko tersebut di atas memberikan arti kalimat judul di atas bahwa sebenarnya ada banyak peluang kerja di sekitar kita. Entah itu peluang di perusahaan, pemerintahan, bisnis, dll, namun kita harus berusaha dan berjuang mengejar peluang itu hingga datang pada diri kita. Jadi kejarlah daku yang artinya mengejar peluang, dan kau kutangkap yang artinya peluang itu datang pada kita sehingga kita bisa bekerja. [] - 05



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan