logoblog

Cari

Tutup Iklan

Siswa Penjual Cilok di Sekolahnya

Siswa Penjual Cilok di Sekolahnya

KM Sambang Kampung- Kemiskinan bukan alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan, kemiskinan adalah arena berjuang untuk menempa diri menjadi seorang yang mandiri.

Sosok Inspiratif

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
17 September, 2014 20:43:14
Sosok Inspiratif
Komentar: 13
Dibaca: 65940 Kali

KM Sambang Kampung- Kemiskinan bukan alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan, kemiskinan adalah arena berjuang untuk menempa diri menjadi seorang yang mandiri. Mansyurdin terlahir dari keluarga miskin dimana orang tuanya adalah buruh tani yang penghasilannya tidak menentu, Namun semangatnya untuk terus bersekolah sangat tinggi. Tanpa merasa malu Mansyurdin membawa rombong cilok ke sekolahnya yaitu di SMK Negeri 1 Pringgabaya.

Berjualan disekolahpun tidak semulus apa yang dia bayangkan, dia pernah diusir dan dilarang berjualan cilok  oleh pemilik kantin. Dia dianggap sebagai pesaing yang merugikan pemilik kantin namun dengan sabar dia memberikan pemahaman bahwa jika saya tidak menjual cilok disekolah ini maka saya tidak akan bisa membayar SPP dan Komite, hanya inilah yang saya andalkan orang tua saya tidak mampu membiayai sekolah saya, itulah jawaban yang diberikan oleh Mansyurdin saat dia diusir berjualan disekolahnya.

Selepas dari SMP mansyurdin pernah berhenti karena tidak ada biaya untuk meneruskan sekolahnya, akhirnya dia putuskan untuk menjadi buruh di toko bangunan, dan belajar membuat cilok dari tetangganya hasil yang dia peroleh ditabung untuk melanjutkan sekalahnya dan kini dia mengambil jurusan elektronik.

Dimata teman-temannya Mansyurdin dikenal baik dan ramah, bahkan teman-temannya yang membeli cilok sering di gratiskan. Setiap hari hasil penjualan ciloknya bisa mencapai Rp 150.000 per hari dengan modal Rp 75.000. hasil ini cukup untuk membayar SPP dan Komite bahkan Mansyurdin dapat membeli sepeda motor Honda Revo dari hasil penjualan cilok ini.

Teman seusianya asik bermain namun dia terus mencari nafkah untuk keluarganya, tidak perlu merasa malu karena ini adalah pekerjaan yang halal. Bahkan dengan menjual cilok ini membuat saya bersemangat karena setiap hari saya tidak pernah meminta uang dari orang tua ungkap Mansyurdin.

 

Baca Juga :


Ketika masuk kelas dia belajar seperti teman-temannya, cilokpun dibiarkan diluar didepan koperasi siswa jika ada yang membeli hanya dibutuhkan kejujuran saja. Jiwa kewirausahaan ini muncul karena keterbatasan tidak perlu melalukakn hal yang sama dengan orang lain tetapi harus membuat cara yang berbeda untuk meraih keberhasilan ungkap siswa kelas satu SMKN 1 Pringgabaya ini. Semoga sukses meraih impian.(Uyik) - 05

 



 

Artikel Terkait

13 KOMENTAR

  1. KM Samparaja

    KM Samparaja

    22 September, 2014

    bob sadino yang akan datang


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    20 September, 2014

    BELAJAR MANDIRI SEJAK DUDUK DI SEKOLAH, SEMOGA TETAP MEMPUNYAI JIWA INTERPREUNERSIP DAN WIRAUSAHA TERUS ADIK Mansyurdin ....... REZEQI YANG HALAL BEKAL PIKIRAN DAN JIWA YANG BAGUS...


  • KM. Mesra Seteluk

    KM. Mesra Seteluk

    19 September, 2014

    wah hebat, ya! seperti inilah sosok yang akan sukses nantinya...


    1. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      bener...Jiwa inilah yg saya cari sebagai guru kewirausahaan....


  • burex muridmacel

    burex muridmacel

    18 September, 2014

    segera muhammad ikwan menyusul, masak kalh sama siswa hahahahaha


    1. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      Pendapatan siswa ini lebih banyak dari honor gurunya hehehe


  • Muhammad Ikhwan

    Muhammad Ikhwan

    18 September, 2014

    yang dilakukan oleh mansyurdin sesuatu pekerjaan yang sangat bagus dan halal dan ini patut kita bnggakan karena mansyurdin memiliki jiwa yang tak banyak orang yang memilikinya, semoga apa yang di lakukan ini dan di cita-citakan mansyurdin dapat terwujud, ini mejadi sejarah yang tak akan pernah terlupakan kitika nanti setelah menjadi orang yang sukses karena sukses itu tidak semudah membalik telapak tangan


    1. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      amin...inilah perjuangan, butuh kesabaran dan kekuatan


  • KM. Serambi Brangrea

    KM. Serambi Brangrea

    18 September, 2014

    pribadi yang luar biasa, perlu diteladani oleh anak lainnya.... tidak jarang anak dengan ekonomi keluarga yang mapan malah melalaikan pendidikannya sendiri.....empat jempol untuk mansyurdin


    1. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      memang sangat jarang jiwa seperti ini, bukan saja anak yang dari kalangan ekonomi mapan tetapi yang miskin juga banyak yang gengsi....


    2. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      memang sangat jarang jiwa seperti ini, bukan saja anak yang dari kalangan ekonomi mapan tetapi yang miskin juga banyak yang gengsi....


  • KM Kaula

    KM Kaula

    18 September, 2014

    orang yang seperti ini yang patut di berikan penghargaan setinggi-tingginya untuk bisa meraik cita-citanya, karena dalam seribu bahkan sejuta orang kalau kita temukan orang yang seperti ini. jangankan untuk jualan cilok didepan umum, untuk makan cilok di depan orang banyak saja malu. saking terharunya saya baca tulisan ini, tidak terasa air mata saya membasahi pipi saya. semoga apa yang mansyurdin cita-citakan tercapai selalu.


    1. KM. Sambang Kampung

      KM. Sambang Kampung

      19 September, 2014

      amin...semoga dengan tulisan ini muncul Mansyurdin2 yang lainnya, sehingga tumbuh wirausaha baru dikalangan pelajar..


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan