logoblog

Cari

Tutup Iklan

Muda Berkarya

Muda Berkarya

KM.Mellbao: “Pena yang tumpul itu lebih tajam dari ingatan yang tajam” kira-kira begitulah pesan Yusuf ketika pertama kali bertemu dan berdiskusi

Sosok Inspiratif

Ahyar ros
Oleh Ahyar ros
17 April, 2014 12:06:57
Sosok Inspiratif
Komentar: 1
Dibaca: 9874 Kali

KM.Mellbao: “Pena yang tumpul itu lebih tajam dari ingatan yang tajam” kira-kira begitulah pesan Yusuf ketika pertama kali bertemu dan berdiskusi disebuah kantor gang kecil Dasan Agung, Mataram.

Disalah satu kantor yang terletak di gang Merdeka 1 Dasan Agung, Kota Mataram. Seorang pria mengenakan kaos bertulis “Sang Guru Bangsa” duduk disebuah kursi kayu panjang sambil membaca puluhan buku meja kesayangnya. Usai membaca ia lansung membuka laptop yang pasti ia akan menuliskan buku yang telah selesai dibaca.    

Tak banyak orang muda yang memilih hidup dan berkarya dengan menjadi penulis buku dan menulis blog produktif. Ya orang lebih akrab memanggilnya Yusuf. Dikalangan aktivis LSM, wartawan, dan penulis  ternama, menyebut Yusuf tak asing lagi di mulut mereka. “Menjadi penulis itu butuh ketekunan dan hoby” ujarnya pada Kampung Media.

Pria kelahiran, Aikmel 17 Juli 1980 ini terbilang sibuk dan kerap diundang untuk menjadi pembiaca wokshop menulis ditingkat pelajar, mahasiswa dan bahkan aktif ke sepuluh kabupaten kota di NTB.Tak sekedar itu, karena terbilang produktif menulis di media online (blog) dan cetak. Pada 2012 Yusuf dipercaya menjadi salah satu Direktur Best Practise sebuah lembaga ternama di Jakarta yang konsen soal tulis menulis.

SBY TGB, Beragama di Negara Bukan-Bukan, Agama dan pergeseran refresentasi konflik dan rekonsliasi di Indonesia, Jihad Politik, serta ratusan artikel di media Lokal seperti Suara NTB, Lombok Post, bahkan media nasional, Republika dan Kompas. (17/4/2014)

 

Baca Juga :


Berlatar belakang aktivis Lembaga Studi Kemanuisaan (LenSA) Yusuf tidak hannya menulis. Lewat tulisan-tulisannya ia banyak menyampaikan fakta tentang relitas di NTB. Termasuk salah satu bukunya terbilang jadi pembicaan SBY, TGB & BM esai-esai tentang NTB dalam potret, Pendidikan, Kesehatan, politik dan social keagamaan.

“Bagi saya buku adalah saksi dan rekaman tentang apa yang dipikirkan dan dilakukan penulis” ceritanya dengan cukup serius. Selesai menulis seperti ada kepuasan bathin dan pikiran pun akan terasa plong. Menjadi keistimewaan tersendiri kalau tulisan kita bisa dimuat media dan dibaca orang banyak” tambahnya.

Selain mengisi pelatihan ia begitu aktif menulis di blog yusuftantowi.blogspot.com. lewat blog tersebut ia berbagi seribu macam trik-trik menulis. Dalam waktu dekat Yusuf sedang menyusun dua buah buku tentang menulis “6 Cara Menulis Gila Setiap Hari dan Menulis Itu Gampang.  “Saya ke depan akan lebih banyak lagi anak-anak muda NTB yang menulis, bukan hannya pandai bicara” Harapnya. (Ahyar ros).- 01



 
Ahyar ros

Ahyar ros

Peraih Beasiswa (Menulis Tempo & S2 LPDP Sholarship) Saat ini sedang kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    20 April, 2014

    kalau misalnya kita mau undang pak yusuf diskusi, gimana prosedurnya dan berapa honornya?.trim


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan